MTQ Nasional 2026 di Semarang, Pemkot Bidik Rekor MURI di Pembukaan NALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota Semarang terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Tak sekadar menjadi penyelenggara, kota ini juga membidik pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam rangkaian pembukaan.
Optimisme tersebut terlihat dari berbagai persiapan yang telah dilakukan, mulai dari latihan kirab rebana hingga penyusunan rangkaian kegiatan religi berskala nasional. Antusiasme masyarakat pun disebut sangat tinggi dalam menyambut agenda akbar tersebut.
“Kota Semarang sangat siap untuk menyambut MTQ,” demikian disampaikan dalam keterangan terkait persiapan, yang juga menyoroti semangat peserta dalam mengikuti latihan kirab rebana sebagai bagian dari pembukaan.
Dalam konsep pembukaan, Pemkot Semarang merancang berbagai atraksi menarik seperti kirab hadroh, festival rebana tingkat nasional, hingga expo kaligrafi Islami dan kawasan halal food. Rangkaian ini diharapkan tidak hanya menyemarakkan acara, tetapi juga memperkuat syiar Islam dan daya tarik wisata religi.
Tak berhenti di situ, upaya pemecahan rekor MURI juga tengah disiapkan, salah satunya melalui partisipasi massal dalam kegiatan bernuansa religi pada seremoni pembukaan.
Selain fokus pada acara utama, Pemkot juga menyiapkan berbagai destinasi pendukung. Kawasan heritage seperti Pasar Johar dan Kota Lama akan dioptimalkan sebagai bagian dari pengalaman wisata bagi para peserta dan tamu yang datang dari seluruh Indonesia.
Persiapan lain dilakukan melalui penguatan wisata religi dan pembenahan fasilitas ibadah. Program “resik-resik” masjid hingga penyediaan paket wisata terintegrasi menjadi bagian dari strategi menyambut ribuan kafilah yang diperkirakan hadir pada September 2026.
MTQ Nasional XXXI sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11–20 September 2026, dengan ribuan peserta dari 38 provinsi akan ambil bagian. Selain menjadi ajang keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi, khususnya UMKM dan pariwisata lokal.
Dengan berbagai persiapan tersebut, Semarang tidak hanya menargetkan sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga ingin mencatatkan sejarah melalui pemecahan rekor nasional sekaligus memperkuat citra sebagai kota religi dan budaya di Indonesia. (*)