Wali Kota Semarang Agustina WilujengNALARMEDIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memanjakan para kafilah dan pendamping Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dengan program pelesir khusus. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengajak seluruh tamu daerah untuk menelusuri keindahan ibu kota Jawa Tengah melalui program City Tour Semarang. Berlangsung mulai 15 hingga 19 September 2026, program ini menyuguhkan tiga opsi rute eksklusif, yaitu Heritage Tour, Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, dan Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim.
Ketiga rute tersebut sengaja panitia rancang untuk memberikan pengalaman berwisata dengan karakter yang unik. Paket Heritage Tour akan memandu peserta menyelami jejak sejarah dan kebudayaan. Sementara itu, program Kafilah Mubeng-Mubeng akan mengajak tamu berkeliling membelah jalanan utama untuk menikmati denyut nadi Kota Semarang. Di sisi lain, paket Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim menyajikan pesona alam dan kearifan lokal yang terpusat di Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo.
Agustina memandang kehadiran puluhan ribu kafilah lintas provinsi ini sebagai momentum emas. Ia ingin memanfaatkan perhelatan nasional ini untuk memamerkan kekayaan warisan sejarah, keragaman budaya, dan besarnya potensi pariwisata yang Kota Semarang miliki.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Selama berada di sini, kami mengajak para kafilah mengenal Kota Semarang lebih dekat melalui City Tour. Ada wisata sejarah dan budaya, ada perjalanan melihat wajah kota, dan ada pula pengalaman menikmati desa wisata serta alam Kota Semarang,” ujar Agustina.
Menyelisik rute Heritage Tour, panitia menjadwalkan program wisata sejarah ini pada 16 hingga 17 September 2026 dengan kuota terbatas sebanyak 150 peserta per hari. Para pelancong akan menyusuri deretan destinasi ikonik, mulai dari bangunan bersejarah Lawang Sewu, klenteng legendaris Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, area Alun-alun Semarang, hingga kawasan cagar budaya Kota Lama.
Setibanya di Lawang Sewu, peserta akan mengagumi mahakarya arsitektur peninggalan era kolonial Belanda. Rombongan kemudian bergeser menuju Sam Poo Kong, sebuah klenteng megah yang merekam jejak panjang akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa di tanah Semarang.
Perjalanan berlanjut ke Museum Kota Lama yang menyimpan narasi perkembangan pusat peradaban lama tersebut. Tur sejarah ini kemudian memuncak di Alun-alun Semarang dan kawasan Kota Lama yang menyajikan deretan gedung cagar budaya nan estetik. Seluruh rangkaian destinasi ini sukses merangkum visualisasi transformasi Kota Semarang dari masa ke masa, sekaligus memamerkan keharmonisan ragam budaya yang membentuk identitas lokal.
Sementara itu, bagi peserta yang sekadar ingin bersantai menikmati nuansa kota metropolitan, Pemkot menyediakan program Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang yang bergulir pada 15-19 September 2026. Panitia membuka kuota harian untuk 250 peserta yang akan berkeliling kota dengan titik singgah di Alun-alun Semarang dan kawasan Kota Lama.
Program ini menawarkan sensasi berbeda karena peserta dapat menikmati pemandangan kota langsung dari atas armada wisata khusus yang pemerintah siapkan untuk melayani para duta daerah tersebut.
Bergeser ke paket alam, program Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim akan membawa rombongan menjauhi hiruk-pikuk pusat kota. Berlangsung pada periode 15-19 September 2026 dengan batasan kuota 75 peserta per hari, program ini fokus menggali potensi pariwisata berbasis masyarakat di Desa Wisata Kandri dan kawasan Goa Kreo.
Saat menginjakkan kaki di Desa Wisata Kandri, kafilah bisa berinteraksi langsung dengan aktivitas budaya dan kearifan lokal warga setempat. Setelah itu, rombongan akan menyegarkan pikiran dengan mengunjungi kawasan wisata alam Goa Kreo yang asri di sekitar Waduk Jatibarang. Rute ini sengaja pemerintah buka untuk membuktikan bahwa Kota Semarang juga memiliki pesona ekowisata yang menawan di pinggiran kota.
Guna menjamin kelancaran mobilitas program City Tour ini, panitia menetapkan Balai Kota Semarang sebagai titik pusat keberangkatan dan kepulangan. Seluruh tur mulai bergerak serentak pada pukul 15.00 WIB setiap harinya. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang telah menyiagakan 10 unit armada andalan, yang meliputi Bus Wisata Si Kenang, Si Kuncung, Si Denok, dua unit bus listrik, tiga armada shuttle, serta dua armada bus sekolah.
Dukungan penuh juga mengalir dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang. Instansi ini memfasilitasi akses tiket masuk ke seluruh destinasi wisata sesuai kuota yang berlaku, sekaligus menugaskan tour leader profesional untuk memandu perjalanan para kafilah.
Untuk urusan administrasi, proses pendaftaran city tour ini berlangsung melalui Liaison Officer (LO) dari masing-masing kontingen provinsi. Panitia telah mendistribusikan selebaran (flyer) berisi kode QR yang terhubung ke tautan formulir pendaftaran daring. Peserta yang terdaftar wajib mengalungkan tanda pengenal (ID Card) resmi MTQ selama mengikuti kegiatan wisata.
Menutup keterangannya, Agustina sangat berharap pengalaman menjelajahi sudut-sudut eksotis ini mampu menorehkan memori manis bagi para kafilah selama menyinggahi Kota Semarang.
“Kami berharap para kafilah dapat menikmati perjalanan ini dan mengenal Kota Semarang lebih dekat. Setelah kembali ke daerah masing-masing, semoga mereka membawa pengalaman berkesan tentang sejarah, budaya, destinasi wisata, dan keramahan Kota Semarang,” pungkas Agustina.