PKB Semarang Bedah Pemikiran Ali Syariati dan HOS Cokroaminoto, Ini Pesan untuk Kader

waktu baca 4 menit
Minggu, 8 Nov 2026 22:25 1 Rudi Sidarta

NALARMEDIA.COM – Komitmen memperjuangkan keadilan sosial dan membela kelompok masyarakat marginal menjadi salah satu fokus Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Semarang. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui diskusi publik bertema Sosialisme Islam: Pemikiran HOS Cokroaminoto dan Ali Syariati, Minggu (8/11/2026).

Bertempat di Kantor DPC PKB Kota Semarang, Jalan Majapahit, kegiatan ini menjadi forum pendalaman gagasan dua tokoh intelektual muslim yang dikenal melalui pemikiran tentang perubahan sosial, keadilan, dan pembelaan terhadap masyarakat tertindas.

Diskusi menghadirkan akademisi UIN Walisongo Semarang Dr H Amin Farih MAg dan Guru Besar Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Prof Dr H Susetyo Darmanto SE ST MM. Hadir pula Ketua Dewan Syuro PKB Kota Semarang KH Sholahuddin Shodaqoh, Ketua DPC PKB Kota Semarang Ma’ruf, serta jajaran pengurus.

Ketua DPC PKB Kota Semarang, Ma’ruf, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dalam agenda konsolidasi nasional melalui pertemuan daring pada pekan sebelumnya.

Arahan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam kegiatan diskusi dan bedah pemikiran tokoh-tokoh pembaru Islam di tingkat daerah.

Menurut Ma’ruf, gagasan HOS Cokroaminoto dan Ali Syariati memiliki kesamaan semangat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil. Nilai tersebut dinilai relevan dengan karakter perjuangan PKB yang memiliki kedekatan historis dengan masyarakat akar rumput.

“Kami memandang kedua tokoh tersebut memiliki kesamaan dalam memperjuangkan dan membela kaum lemah. Begitu juga PKB yang memiliki basis massa dari kalangan masyarakat pinggiran. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan semangat pembelaan terhadap kaum marginal,” ujarnya.

Ia berharap pendalaman pemikiran kedua tokoh tersebut tidak berhenti pada diskusi intelektual, tetapi dapat diterapkan dalam orientasi perjuangan dan kebijakan partai.

Ma’ruf juga mendorong para pengurus di tingkat anak cabang atau PAC hingga DPC menjadikan pemikiran Ali Syariati sebagai salah satu referensi dalam memperkuat keberpihakan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Harapan kami, pemikiran Ali Syariati dapat menjadi referensi bagi teman-teman pengurus dan ketua PAC maupun DPC. Setelah mendalami pemikiran tokoh tersebut, ke depan PKB semakin memperkuat posisi perjuangannya dalam membela masyarakat kelas menengah ke bawah,” katanya.

PKB Siapkan Diskusi dan Pengajian Rutin pada 2027

Ma’ruf yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Semarang menegaskan, penguatan kapasitas kader menjadi salah satu agenda penting organisasi.

DPC PKB Kota Semarang berencana mengaktifkan kembali kegiatan diskusi dan pengajian secara rutin mulai 2027. Kegiatan tersebut akan dikemas dalam bentuk dialog, kajian, serta forum diskusi bergilir.

Melalui agenda tersebut, kader diharapkan memiliki wawasan lebih luas, tidak hanya mengenai politik praktis, tetapi juga pemikiran sosial, keagamaan, kebangsaan, dan persoalan kemasyarakatan.

Ia juga menyoroti perkembangan PKB sebagai partai terbuka yang memberikan kesempatan kepada masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk kalangan nonmuslim, untuk bergabung dan berkontribusi.

Menurutnya, keterbukaan menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat keberagaman, tanpa meninggalkan sejarah kelahiran PKB yang berakar dari kalangan ulama dan Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Dewan Syuro Tekankan Islam dan Keberagaman

Ketua Dewan Syuro PKB Kota Semarang, KH Sholahuddin Shodaqoh, dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa sosialisme Islam tidak dapat dilepaskan dari nilai ketauhidan, Al-Qur’an, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Ia menjelaskan, ajaran Islam tidak cukup hanya dimaknai sebagai hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan. Nilai keislaman juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, penghormatan terhadap sesama, dan upaya membangun kehidupan masyarakat yang berkeadilan.

Sholahuddin turut mengangkat pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengenai toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan.

Menurutnya, keberagaman merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa yang harus dirawat bersama. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Karena itu, menjaga konstitusi dan merawat keberagaman menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Ia menilai berbagai pemikiran dan nilai kebaikan yang berasal dari latar belakang berbeda dapat saling melengkapi untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ali Syariati dan Gagasan Islam sebagai Kekuatan Pembebasan

Sementara itu, akademisi UIN Walisongo Semarang, Dr H Amin Farih, mengupas pemikiran Ali Syariati mengenai hubungan antara agama, ideologi, dan perubahan sosial.

Dalam pemaparannya, Amin menjelaskan perbedaan mendasar antara pandangan Marxisme dan gagasan sosialisme Islam yang dikembangkan Ali Syariati.

Marxisme dikenal dengan kritik Karl Marx terhadap agama yang disebut sebagai candu masyarakat. Sebaliknya, Ali Syariati memandang Islam sebagai kekuatan yang mampu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk melawan ketidakadilan dan penindasan.

Syariati juga melontarkan kritik terhadap kecenderungan totalitarianisme birokrasi partai dan dominasi negara. Ia berupaya menempatkan nilai-nilai Islam sebagai landasan pembebasan sosial yang memberikan keberpihakan kepada kelompok tertindas.

Pemikiran tersebut menjadi salah satu materi penting dalam diskusi, terutama untuk melihat bagaimana nilai agama dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran sosial dan memperjuangkan keadilan.

Melalui kegiatan ini, DPC PKB Kota Semarang berharap kader tidak hanya memahami pemikiran tokoh-tokoh intelektual muslim secara teoritis, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan tersebut dalam kerja organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Penguatan wawasan ideologis, kepedulian terhadap kelompok marginal, serta penghormatan terhadap keberagaman diharapkan menjadi bagian dari karakter perjuangan PKB ke depan.(**)

LAINNYA