

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, resmi membuka Bazar Ramadan 2026 sekaligus Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan serentak di 177 kelurahan. Pembukaan kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Balaikota Semarang pada Rabu (11/3). Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Gerakan pangan murah ini akan terus kita intensifkan hingga menjelang Lebaran. Tujuannya agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Selain itu, kami juga menggandeng berbagai stakeholder supaya masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Agustina.


Bazar yang digelar selama dua hari, yakni 11–12 Maret 2026, menghadirkan 37 tenant dari perusahaan maupun program tanggung jawab sosial (CSR), serta 47 tenant UMKM unggulan Kota Semarang. Tidak hanya menyediakan berbagai produk pangan, panitia juga menyalurkan 2.834 kupon tebus murah paket sembako kepada masyarakat melalui masing-masing kecamatan. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah fluktuasi harga pasar global.
“Ada 240 titik Gerakan Pangan Murah yang telah kami rencanakan, termasuk yang digelar di lokasi ini dan di 177 kelurahan lainnya. Upaya ini dilakukan agar akses terhadap pangan murah dapat menjangkau hingga tingkat kelurahan sehingga pengendalian harga dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga mengingatkan masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga stabilitas inflasi dengan berbelanja secara bijak. Ia mengimbau warga agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying karena dapat memicu kelangkaan barang sekaligus mendorong kenaikan harga di pasar.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, turut menyoroti pentingnya pengendalian harga di Kota Semarang. Hal ini karena kontribusi inflasi Kota Semarang mencapai 32,76 persen terhadap total inflasi Jawa Tengah, sehingga stabilitas harga di kota tersebut berpengaruh besar terhadap kondisi regional.
“Kami mengapresiasi langkah Ibu Wali Kota bersama TPID dalam menjaga stabilitas harga. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan pangan masih mencukupi. Perilaku belanja yang tenang dan rasional akan sangat membantu dalam menjaga stabilitas harga sehingga Ramadan dan Idulfitri dapat dilalui dengan lebih tenang,” ujar Noor.
Selain kegiatan pangan murah, acara ini juga dirangkaikan dengan peluncuran program BISMUDIK, yakni layanan mudik gratis bagi warga Semarang. Pemerintah Kota Semarang menyiapkan tujuh armada bus untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman saat libur Lebaran.
“BISMUDIK menjadi salah satu upaya Pemkot Semarang dalam membantu masyarakat yang akan mudik agar dapat merayakan Lebaran dengan lebih nyaman dan sejahtera,” pungkas Agustina. (*)
