Pemprov Jawa Tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjamin kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 2026. NALARMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjamin kesehatan hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 2026. Pemprov bertujuan memastikan seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi sehat, aman, serta layak konsumsi.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menjelaskan bahwa pihaknya menginisiasi layanan kesehatan hewan keliling (healing) sebagai salah satu program utama.
“Program ini mencakup pemeriksaan lalu lintas ternak yang masuk dan keluar Jawa Tengah, pemeriksaan kesehatan, serta pelaksanaan vaksinasi dan pemberian vitamin,” katanya saat menghadiri Jambore Inseminator dan Kontes Ternak Piala Gubernur Jateng 2026 di Kompleks Tarubudaya, Jumat (22/5/2026).
Pemprov Jateng juga menggencarkan penanganan terhadap ancaman penyakit zoonosis dan temuan cacing hati. Mereka rutin mengedukasi pedagang dan masyarakat luas mengenai ciri-ciri hewan kurban yang sehat. Selain itu, pemerintah turut menggelar uji kompetensi bagi juru sembelih agar proses pemotongan memenuhi standar halal sesuai syariat Islam.
“Pengawasan lalu lintas ternak dan penerjunan petugas kesehatan hewan juga terus ditingkatkan, untuk mengantisipasi potensi penyebaran hewan menular,” kata Frans.
Untuk memperkuat kesiapan menyambut Idul Adha 2026, Pemprov Jateng aktif menjalin koordinasi lintas sektoral. Mereka menggandeng pemerintah kabupaten/kota, dokter hewan, petugas lapangan, dan berbagai instansi terkait.
‘”Jawa Tengah dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat pada momentum Hari Raya Idul Adha 2026,” tegas Frans.
Frans juga memastikan stok ternak untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat sangat aman, karena permintaannya hanya menyerap sekitar 10 persen dari total populasi.
Berdasarkan proyeksi data tahun 2026, populasi sapi, kambing, dan domba di Jawa Tengah mencapai sekitar 6.413.010 ekor. Angka tersebut mencakup 1.393.159 ekor sapi, 1.421.246 ekor domba, dan 3.598.605 ekor kambing.
Tingginya populasi ternak ini mengukuhkan posisi Jawa Tengah sebagai daerah penyangga utama subsektor peternakan skala nasional.
Frans menilai para peternak memegang peranan penting dalam menyukseskan target swasembada pangan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, acara Jambore ini hadir sebagai wujud apresiasi pemerintah bagi para pelaku sektor peternakan, sekaligus menjadi sarana kampanye untuk mendorong gerakan konsumsi protein hewani yang sehat, utuh, dan halal.
“Kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk memperkuat semangat transfer informasi peternakan menuju sistem yang modern berbasis teknologi, efisien, serta mampu menjawab kebutuhan pasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Frans membeberkan tren positif dari produksi sektor peternakan di Jawa Tengah. Pada tahun 2026, pemerintah memproyeksikan produksi daging menyentuh angka 942.496 ton, sementara produksi telur mencapai 917.862.000 ton, dan susu sebanyak 76.570 ton.
Ia mengaitkan keberhasilan ini dengan kerja keras 766 inseminator yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Para inseminator ini bertindak sebagai ujung tombak yang konsisten mendampingi peternak, memberikan layanan inseminasi buatan, serta berkontribusi langsung dalam meningkatkan mutu genetik ternak.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan acara ini. Ia memandang peternak dan inseminator sebagai aktor utama yang mampu mengembangkan kualitas dan efisiensi ternak lokal di Jawa Tengah.
Sumarno mengingatkan bahwa Indonesia masih memiliki tugas besar untuk mencapai target swasembada daging. Oleh karena itu, pemerintah sangat membutuhkan dukungan penuh dari seluruh pihak, khususnya para peternak yang terjun langsung di lapangan.
Sementara itu, dalam ajang kontes ternak, Aditya Bayu Purnomo berhasil meraih juara 1 untuk kategori Domba Jantan Poel. Dombanya yang bernama Bruno memiliki bobot mencapai 152 kg dan sukses menyingkirkan puluhan pesaing dari berbagai daerah.
Adit membagikan rahasianya dalam merawat domba andalannya untuk kompetisi tersebut. Selain rutin memberikan pakan berkualitas, ia menekankan pentingnya pendekatan emosional dalam merawat ternak.
“Kuncinya memelihara dengan kasih sayang. Selain itu kebersihan kandang, pakan, serat dan protein kita seimbangkan dan perawatan kasih sayang. Kadang diajak lari dan dimandikan,” pungkasnya.