Distaru Kota Semarang Terapkan Pengawasan Geoteknik Berlapis untuk Jaga Stabilitas Lereng Gombel Lama

waktu baca 3 menit
Kamis, 4 Jun 2026 15:31 13 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang bersama Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung meninjau langsung kawasan Gombel Lama pada Rabu (3/6/2026). Mereka melaksanakan inspeksi ini guna memastikan stabilitas lereng selama perbaikan Jalan Gombel Lama dan pematangan lahan kawasan komersial Pakuwon berlangsung.

Kepala Distaru Kota Semarang, Ferry Kuntoaji, menjelaskan bahwa para pekerja saat ini masih fokus pada tahap penguatan stabilitas tanah dan pengamanan lereng. Ia meluruskan isu di masyarakat dengan menegaskan bahwa proses ini belum menyentuh tahap pembangunan pusat perbelanjaan.

“Yang saat ini dilaksanakan adalah proses pematangan lahan untuk meningkatkan stabilitas tanah. Jadi belum masuk tahap pembangunan mal, melainkan fokus pada pengamanan lereng agar kondisi kawasan tetap aman,” ujar Ferry.

Ferry menambahkan bahwa pihaknya mengawasi kondisi lereng dengan sangat ketat menggunakan sistem monitoring geoteknik yang sudah beroperasi selama dua tahun terakhir. Distaru bersama tim teknis juga memasang sensor inclinometer dan piezometer pada 20 titik pemantauan di sekitar kawasan Gombel Lama.

Sensor-sensor ini bekerja mendeteksi pergerakan tanah, memantau muka air tanah, dan mengukur tekanan fluida di bawah permukaan. Tim ahli kemudian menganalisis hasil pemantauan tersebut secara rutin setiap dua minggu sekali agar bisa mendeteksi potensi pergerakan tanah sejak dini.

“Deformasi sekecil apa pun dapat diketahui melalui sistem monitoring tersebut sehingga langkah antisipasi bisa segera dilakukan sebelum terjadi pergerakan tanah yang lebih besar,” jelasnya.

Ferry juga menyebutkan bahwa inspeksi bersama ini bertujuan menyelaraskan pekerjaan perbaikan Jalan Gombel Lama oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY. Langkah ini memastikan perbaikan jalan terintegrasi sempurna dengan sistem penguatan lereng yang tengah tim bangun di area rencana kawasan komersial tersebut.

Dari sisi akademis, anggota Tim Profesi Ahli Bangunan Gedung, Prof. Dr. Ir. Bambang Setioko, M.Eng, menegaskan bahwa tim merancang teknologi geoteknik pada proyek penguatan lereng ini untuk mengurangi risiko pergerakan tanah setelah melalui berbagai kajian mendalam.

Prof. Bambang menguraikan bahwa para pelaksana menggunakan metode pematangan lahan dengan sistem borpile. Ia menilai metode ini membuat proses pengerjaan berjalan relatif aman dan meminimalisir gangguan bagi lingkungan sekitar.

“Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat terhadap potensi pergerakan tanah. Dengan teknologi yang diterapkan dan syarat teknis yang dipenuhi, stabilitas lereng dapat ditingkatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Bambang menilai proyek penguatan lereng ini memegang peran penting, bukan sekadar mendukung rencana investasi, melainkan juga memberikan perlindungan serta manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitar.

“Kami berharap kawasan ini nantinya tidak hanya menghadirkan investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan keamanan kawasan dari risiko pergerakan tanah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat,” ujarnya.

Para ahli dalam kajiannya memang menemukan bahwa kawasan Gombel Lama memiliki karakteristik geologi yang sangat rentan mengalami pergerakan tanah, terutama ketika curah hujan tinggi. Oleh karena itu, para pemangku kepentingan wajib menyelesaikan tahapan peningkatan stabilitas lereng terlebih dahulu sebelum memulai proses pembangunan kawasan komersial.

Lewat pengawasan geoteknik berlapis dan kolaborasi lintas instansi ini, Pemerintah Kota Semarang berharap tim dapat menjalankan upaya mitigasi risiko secara optimal. Dengan demikian, mereka bisa memastikan pembangunan kawasan berlangsung aman sembari terus menjaga keselamatan lingkungan maupun masyarakat sekitar.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA