Beralih ke Pompa Tenaga Surya, Petani Jateng Sukses Pangkas Biaya Produksi

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 14:46 15 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Para petani di Jawa Tengah kini mulai memanfaatkan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) untuk memangkas biaya produksi sekaligus mendongkrak produktivitas panen. Pemerintah provinsi memfasilitasi penggunaan energi baru terbarukan dan teknologi Internet of Things (IoT) ini melalui program strategis Benteng Pangan Jawa Tengah.

Hingga saat ini, pemerintah telah memasang dan menyalurkan bantuan PATS di tiga titik utama. Lokasi tersebut mencakup Desa Tengengwetan di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, serta dua lokasi lainnya di wilayah Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turun langsung meninjau penerapan teknologi ramah lingkungan ini di Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (10/8/2026).

Luthfi menilai sistem pompanisasi bertenaga surya ini sangat efektif bagi sektor pertanian. Ia menyebutkan tiga keuntungan utama, yakni menghemat biaya energi dengan menggantikan mesin diesel berbahan bakar fosil, mencegah polusi udara, dan memungkinkan mesin pompa menyala selama 24 jam penuh tanpa hambatan.

“Tiga titik pompa ini total mengairi sekitar 50 hektare lahan pertanian, untuk yang di Pekalongan ini bisa mengairi hampir 20 hektare lahan,” jelasnya usai penyerahan secara simbolis dan meninjau bantuan PATS.

Pemerintah memproyeksikan ketiga titik penerapan PATS ini sebagai model percontohan (role model) bagi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Ke depannya, inovasi ini bahkan berpeluang besar menjadi standar percontohan untuk tingkat nasional.

“Ini akan kita kembangkan, nanti akan kita sosialisasikan, lalu infrastrukturnya kita disiapkan. Pompa tenaga surya ini juga sudah digunakan di Sayung Demak untuk mengatasi banjir,” ucap Luthfi.

Lebih lanjut, Luthfi menegaskan bahwa pemerintah juga bisa menerapkan model pompa surya ini pada berbagai sektor publik lainnya. Langkah ini sekaligus mengukuhkan komitmen Jawa Tengah dalam melakukan transformasi menuju energi baru terbarukan dan mengembangkan ekosistem ekonomi hijau (green economy).

Merasakan langsung manfaat program ini, Perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tengengwetan, Kirom, menyebut bantuan PATS sukses menekan pengeluaran warga untuk membeli solar. Sebelumnya, petani harus membakar sekitar 30 liter solar untuk menghidupkan mesin pompa diesel selama satu hari satu malam. Sejak kehadiran PATS, warga berhasil memangkas kebutuhan bahan bakar tersebut hingga tersisa 15 liter saja.

Kirom mencatat sekitar 30 petani padi setempat telah menikmati manfaat bantuan dari pemerintah ini. Warga kini leluasa menyedot air dari sungai terdekat dan mengalirkannya untuk membasahi area persawahan seluas hampir 20 hektare.

“Pompa dengan BBM solar hanya untuk malam saja, siangnya memakai tenaga Surya. Jadi lebih irit untuk pengeluaran, kami bisa menekan ongkos produksi,” ujarnya.

Pengalaman positif serupa juga datang dari Perwakilan Gapoktan Tani Makmur Desa Banjaranyar, Kabupaten Brebes, Gilang. Ia membenarkan bahwa keberadaan PATS sangat membantu para petani di wilayahnya dalam menghemat konsumsi bahan bakar minyak dan menjaga sumber air.

“Kondisi pengairan kita mengandalkan irigasi dari selatan. Kalau musim kemarau kita dilanda air rob yang masuk irigasi. Adanya pompa tenaga surya ini kita pakai sumur bor, akhirnya air tidak asin dan bisa menanam lagi. Petani kita bisa lebih maju masa tanam, bisa kita rekayasa sendiri musim tanamnya,” katanya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA