Perkuat Diplomasi Internasional, Wali Kota Agustina Buka Peluang Kerja Sama Budaya dan Ekraf dengan Prancis

waktu baca 3 menit
Selasa, 11 Agu 2026 15:06 15 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, terus mengambil langkah progresif untuk mengukuhkan posisi Kota Semarang sebagai pusat kolaborasi internasional. Ia menegaskan komitmen tersebut usai menyambut kunjungan kehormatan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, sekaligus membuka “Pameran Arthur Rimbaud: A Journey Through Java” di Lawang Sewu pada Kamis (6/8/2026).

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Agustina menyoroti pentingnya merajut diplomasi antarkota untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pemerintah kota membidik berbagai sektor potensial, mulai dari pertukaran kebudayaan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), promosi sektor pariwisata, pelestarian cagar budaya, hingga pembukaan peluang pasar bagi para pelaku ekonomi kreatif daerah.

Agustina meyakini bahwa Kota Semarang menyimpan modal besar berupa sejarah, kekayaan budaya, dan nilai keberagaman yang berfungsi sebagai kekuatan utama untuk menenun jejaring global.

“Kota Semarang sejak dahulu merupakan kota perjumpaan. Keterbukaan terhadap kolaborasi selalu melahirkan kemajuan. Karena itu, kerja sama dengan Prancis kami arahkan sebagai investasi jangka panjang bagi pengembangan sumber daya manusia, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pelestarian warisan budaya Kota Semarang,” ujarnya.

Bersama Dubes Prancis, Wali Kota Semarang juga membahas upaya percepatan sejumlah program strategis. Salah satu program andalannya adalah Program Residensi Penulis Semarang–Prancis. Melalui agenda ini, pemerintah akan mendatangkan novelis bertaraf internasional, Louis-Philippe Dalembert, untuk bermukim dan berkarya di Kota Semarang selama tiga bulan mulai September 2026. Sebaliknya, Pemkot Semarang juga bersiap mengirimkan penulis lokal untuk mengikuti program residensi sastra di Prancis guna mewujudkan pertukaran budaya yang setara.

Agustina memaparkan bahwa program pertukaran literatur ini bertujuan mencetak karya-karya orisinal daerah yang sanggup menembus panggung sastra dunia.

“Kami ingin kerja sama ini berjalan dua arah. Pertukaran ini menghadirkan penulis dunia ke Kota Semarang sekaligus membuka jalan bagi penulis Indonesia untuk berkarya di Prancis. Kami berharap lahir karya-karya sastra dari sudut pandang anak bangsa yang dibaca masyarakat dunia. Inilah makna sejati diplomasi budaya, saat pertukaran gagasan melahirkan persahabatan dan kolaborasi yang berkelanjutan,” katanya.

Tidak sebatas pertukaran penulis, perluasan kolaborasi ini juga merambah ke berbagai inisiatif lain. Kota Semarang berencana ikut unjuk gigi dalam ajang Urban Sketchers Symposium 2027 di Prancis guna mempromosikan pesona Kawasan Kota Lama. Selain itu, kedua belah pihak juga menyepakati program promosi wisata berbahasa Prancis, pelatihan kompetensi pemandu wisata, penyelenggaraan festival film, hingga upaya kolektif merawat bangunan cagar budaya.

Pemilihan Kota Semarang sebagai lokasi pameran sastra ini bukannya tanpa alasan. Fakta sejarah mencatat bahwa penyair legendaris Prancis, Arthur Rimbaud, pernah singgah di Kota Semarang pada tahun 1876 sebelum ia meneruskan petualangannya ke pedalaman Pulau Jawa. Kini, pemerintah menghidupkan kembali jejak perjalanan historis tersebut melalui pameran arsip dan narasi di Lawang Sewu sebagai sumber inspirasi untuk menjalin kolaborasi modern.

Menyikapi kekayaan masa lalu tersebut, Wali Kota menekankan kewajiban pemerintah dan warga untuk mengolah nilai-nilai sejarah menjadi kekuatan penopang masa depan kota.

“Diplomasi budaya menjadi sarana memperkenalkan Semarang kepada dunia, menarik wisatawan mancanegara, membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif, sekaligus memperluas kesempatan generasi muda Semarang untuk berjejaring di tingkat internasional,” tegasnya.

Melalui manuver diplomasi yang berpijak pada nilai budaya dan kreativitas ini, Agustina menjamin ketersediaan ruang kolaborasi antarbangsa untuk terus mendongkrak daya saing Kota Semarang di kancah global.

“Hubungan internasional ini berfokus pada pembukaan ruang kolaborasi global yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat Kota Semarang,” pungkasnya.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA