Atasi Kekeringan, UNDIP dan Kemenko Trans Bangun Embung di Keerom

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Sep 2026 23:17 17 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Tim 17 Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Transmigrasi (Kemenko Trans) menginisiasi pembangunan embung berbasis masyarakat di kawasan transmigrasi Kampung Woslay, SP 2 Distrik Senggi, Kabupaten Keerom. Kolaborasi strategis ini bertujuan memperkuat kedaulatan pangan di wilayah tapal batas negara. Tim merancang infrastruktur penampung air tersebut secara khusus untuk memecahkan masalah keterbatasan irigasi yang selama ini mencekik produktivitas pertanian warga setempat.

Sebelum memulai pengerjaan fisik, tim akademisi UNDIP lebih dulu melakukan kajian teknis kondisi tanah serta menghitung siklus hidrologi secara presisi. Berdasarkan hasil riset lapangan tersebut, mereka merancang desain embung dengan spesifikasi panjang 60 meter, lebar 25 meter, dan kedalaman mencapai 3 meter.

Untuk menjamin keberlanjutan proyek, Tim UNDIP aktif menerapkan pendekatan sosial partisipatif dengan membuka ruang dialog intensif bersama kelompok tani dan masyarakat lokal. Warga menyambut hangat inisiatif ini karena selama ini mereka selalu ragu dan takut mengolah lahan pertanian di seberang jembatan akibat tingginya ancaman bencana kekeringan.

Rencana pengerjaan fisik yang menerjunkan alat berat excavator pada akhir Agustus 2026 ini sukses mengantongi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom. Dukungan tersebut mengalir setelah tim menggelar audiensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, dan Dinas Transmigrasi. Pemkab Keerom sangat mengapresiasi kolaborasi riset ini dan mendorong tim untuk mereplikasi infrastruktur embung serupa di titik-titik strategis lainnya apabila proyek percontohan di jalur 3 SP 2 Senggi ini berjalan sukses.

Aksi nyata di kawasan perbatasan ini secara langsung mendukung pencapaian target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pembangunan embung ini menjadi pilar penting bagi pemerintah dan akademisi dalam upaya pengentasan kelaparan, pemenuhan akses air bersih, sekaligus memperkuat kemitraan strategis pembangunan di wilayah terluar Indonesia.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA