
NALARMEDIA.COM — Harga jagung pakan ternak yang mencapai Rp8.000 per kilogram (kg) mendorong Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Tengah memperkuat intervensi pasar. Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung, BULOG memperoleh tambahan kuota penyaluran sebanyak 15.551.800 kg untuk membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau.
Tambahan kuota tersebut diberikan setelah BULOG menerima Surat Keputusan (SK) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengenai penugasan pelaksanaan SPHP Jagung di tingkat konsumen. Penyaluran perdana dari tambahan penugasan ini mulai direalisasikan pada 19 Oktober 2026 dengan volume 18.000 kg.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati, mengatakan program SPHP Jagung merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengendalikan harga jagung pakan sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku bagi peternak.
“Melalui program SPHP ini, jagung disalurkan dengan harga tebus di gudang BULOG sebesar Rp5.000 per kg dan harga jual maksimal di tingkat peternak sebesar Rp5.500 per kg. Kami berharap kebijakan ini dapat meringankan beban biaya produksi para peternak sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan yang terjangkau,” ujar Sri Muniati.
Dengan harga jual maksimal Rp5.500 per kg, jagung SPHP diharapkan menjadi alternatif pasokan bagi peternak di tengah tingginya harga jagung pakan di pasaran.
Ketersediaan jagung dengan harga yang lebih terjangkau dinilai penting untuk membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan, terutama bagi pelaku usaha yang bergantung pada jagung sebagai salah satu bahan baku utama pakan ternak.
Sebelum memperoleh tambahan penugasan, BULOG Jawa Tengah telah mendapatkan target penyaluran jagung SPHP sebanyak 38.913.850 kg.
Hingga periode pelaporan sebelumnya, realisasi penyaluran mencapai 35.172.100 kg atau 90,38 persen dari target awal.
Tambahan kuota sebanyak 15.551.800 kg tersebut menjadi langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan distribusi jagung SPHP ke berbagai sentra peternakan di Jawa Tengah.
BULOG Kanwil Jawa Tengah berkomitmen mempercepat penyaluran agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh para peternak. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan asosiasi peternak juga terus diperkuat untuk mendukung kelancaran distribusi.
Melalui program ini, BULOG berharap stabilitas pasokan dan harga jagung pakan di tingkat konsumen dapat terjaga. Selain membantu menekan biaya produksi peternak, penyaluran jagung SPHP diharapkan mendukung keberlanjutan usaha peternakan dan menjaga ketersediaan produk peternakan bagi masyarakat.(**)