Kolaborasi Forwakot dan Wali Kota Semarang Launching Lawang Sewu Short Film Festival 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 21 Mei 2026 18:55 9 Fajrul Amien

NALARMEDIA.COM – Forum Wartawan Balaikota (Forwakot) Semarang menggelar kegiatan coffee morning bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, sekaligus menandai peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival 2026 di Gedung Oud De Trap, Kota Lama Semarang, Rabu (20/5/2026).

Suasana hangat dan akrab sangat terasa sepanjang kegiatan. Pertemuan ini membuka ruang kolaborasi bagi jurnalis, jajaran pemerintah, pekerja seni, serta pelajar guna memacu kreativitas anak muda dalam memproduksi film pendek yang mengangkat budaya dan dinamika kehidupan Kota Semarang.

Panitia juga memutar film pendek hasil karya siswa SMKN 4 Semarang yang sukses meraih gelar juara pada ajang Lawang Sewu Short Film Festival edisi 2025. Para tamu undangan memberikan apresiasi tinggi terhadap penayangan film tersebut karena karya sinematik ini berhasil memamerkan sudut pandang kreatif generasi muda dalam mempromosikan pesona Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan pujian atas inisiatif Forwakot Semarang. Ia menganggap langkah ini sukses menciptakan ruang komunikasi yang positif dan produktif antara pemerintah dan media.

“Ini diinisiasi pertama kali oleh teman-teman media, saya terima kasih sekali. Di tengah ketatnya dunia informatika dan ramainya Kota Semarang, kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk membangun kolaborasi,” ujar Agustina.

Pada sesi sambutannya, Agustina turut membeberkan berbagai program prioritas Pemerintah Kota Semarang. Fokus utamanya mencakup upaya menjaga ketahanan pangan, merawat ketahanan lingkungan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus mengarahkan dana bantuan sebesar Rp25 juta per RT untuk menopang program pembangunan yang berwawasan lingkungan dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat setempat.

“Saya minta kemuatannya mengikuti program tahunan. Dari Rp25 juta itu digunakan untuk menyelaraskan program yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan lingkungan hidup,” katanya.

Agustina menguraikan bahwa program lingkungan hidup menyentuh langsung berbagai isu di tengah masyarakat. Hal ini meliputi manajemen pengelolaan sampah, penataan wilayah pemukiman, serta pengawasan ketat terhadap area sekitar kawasan industri demi menjaga kelestarian lingkungan.

“Lingkungan hidup itu banyak sekali. Bisa soal pengelolaan sampah, saluran air, sampai menjaga kawasan lingkungan tetap sesuai dan nyaman untuk masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti urgensi isu ketahanan pangan yang menuntut kerja sama tangguh dari seluruh lapisan, mulai dari jajaran birokrasi tertinggi hingga warga di tingkat akar rumput.

“Ketahanan pangan merupakan urusan yang tidak hanya bisa diselesaikan di tingkat kecil di RT, tetapi membutuhkan dukungan kebijakan dari tingkat atas sampai bawah,” ungkapnya.

Mengakhiri pemaparannya, Agustina menggarisbawahi perlunya sinergi antar-sektor untuk memacu roda pembangunan di Semarang. Langkah ini termasuk memperbarui berbagai regulasi agar bisa lebih cepat beradaptasi dengan dinamika perkembangan kota dan kebutuhan warga.

Sesi diskusi santai yang melibatkan jurnalis, perwakilan pemerintah, komunitas kreatif, dan pelajar mengakhiri acara coffee morning tersebut. Melalui peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival 2026, semua pihak berharap ajang ini mampu melahirkan sineas muda berbakat yang memproduksi karya kreatif untuk mempromosikan sejarah, budaya, serta dinamika sosial Semarang ke panggung yang lebih luas.

LAINNYA