Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan Makanan, Dinkes Gerak Cepat Lakukan Uji Lab

waktu baca 2 menit
Senin, 3 Agu 2026 15:08 3 Fajrul Amienurrahman Mahmud

NALARMEDIA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang langsung bergerak cepat menangani insiden dugaan keracunan makanan massal di SMK Negeri 6 Kota Semarang pada Jumat (31/7/2026). Begitu menerima laporan sekitar pukul 10.30 WIB, tim kesehatan segera menerjunkan personel untuk memberikan pertolongan medis darurat kepada para siswa dan guru. Selain itu, petugas juga menggelar penelusuran epidemiologi dan mengumpulkan sampel makanan serta spesimen korban untuk pengujian laboratorium.

Kepala Dinkes Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menjelaskan bahwa instansinya mengeksekusi penanganan ini secara terpadu. Pemerintah menggandeng jejaring puskesmas, rumah sakit, pihak sekolah, penyelenggara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan berbagai instansi terkait untuk memaksimalkan pertolongan.

“Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian,” ujarnya.

Berdasarkan pendataan sementara, insiden ini memicu gejala keracunan pada 707 orang, yang merinci pada 693 siswa dan 14 orang guru. Tim medis berhasil menangani 698 korban secara langsung di lokasi kejadian. Sementara itu, petugas merujuk 9 korban lainnya ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu agar mendapat observasi klinis lanjutan.

Mengiringi upaya medis tersebut, Dinkes juga mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC). Pasukan khusus ini bertugas melakukan penyelidikan epidemiologi untuk melacak sumber utama pemicu keracunan masal tersebut.

Tim TGC mengamankan berbagai sampel makanan, sisa bahan pangan, hingga spesimen tubuh korban untuk uji laboratorium. Hasil pengujian klinis inilah yang nantinya akan memandu pemerintah untuk merumuskan simpulan penyebab kejadian dan menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan,” kata Hakam.

Demi mempercepat proses investigasi, Dinkes terus menjalin koordinasi intensif dengan manajemen SMK Negeri 6, penyelenggara SPPG Kota Semarang Timur (Karangturi), Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, serta sejumlah lintas sektor terkait.

Mengedepankan prinsip kehati-hatian, pemerintah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara distribusi makanan dari pihak penyelenggara SPPG tersebut. Penghentian operasional ini akan berlaku sampai tim gabungan merampungkan seluruh proses penyelidikan dan uji laboratorium.

Saat ini, Dinkes terus memantau ketat kondisi kesehatan para pasien yang masih menjalani perawatan maupun masa observasi. Petugas juga mendata ulang seluruh penerima manfaat yang berisiko terdampak agar pemerintah bisa mengontrol situasi secara menyeluruh. Pemerintah memastikan akan merilis hasil investigasi dan perkembangan uji laboratorium secara berkala kepada publik.

Fajrul Amienurrahman Mahmud

LAINNYA